Sabtu, 29 Juli 2017

Ketua Bumnag Siti Manggopoh Narasumber di Forum Champion UMKM.

Oleh Yosnofrizal*


Ketua Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) Manggopoh, Yurnalis, tampil sebagai narasumber dalam Forum Champion UMKM se-Sumatera, Sabtu, 29 Juli 2017 di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar. Dalam forum yang menghadirkan kelompok UMKM se-Sumbar, Yurnalis menyampaikan perkembangan Bumnag yang dipimpinnya berserta usaha yang digeluti.

Saat ini, katanya, Bumnag Siti Manggopoh, telah memiliki usaha mini mart.  Meski baru beroperasi, usaha itu beromset tidak kurang 1,5 juta rupiah perhari. " Dengam omset sebanyak itu saya optimis, usaha ino bisa berkembang lebih pesat lagi,"ucap Yurnalis.

Namun demikian, diakui Yurnalis, masih banyak kendala dan hambatan yang mereka hadapi dalam mengembangkan usaha Bumnag tersebut."Salah satunya kelemahan yang kami rasakan adalah dalam manajemen usaha, untuk itu kami berharap ada  pihak yang bisa meningkatkan kapasitas kami dalam berusaha," harapnya.

Selain Yurnalis dari Bumnag Siti Manggopoh, forum ini menampilkan 4 UMKM lain sebagai narasumber. Mereka adalah ; Friska, UMKM yang bergerak dalam usaha sayur hidroponik di Kota Padang; Yuli, pengusaha kue di Tiku Selatan ; Almanik, pengusaha gula aren di Kabupaten 50 Kota, dan Tasriul, pengusaha rendang jamur tiram dari Kota Payakumbuh.

Menanggapi berbagai persoalan yang dihadapi UMKM dalam forum tersebut, Budi Isman, CEO Micro Investindo  menyebutkan, hasil penelitiannya, ada 6 hal pokok yang harus dimiliki usahawan dalam  usahanya

Pokok utama adalah kapasitas dalam mengelola usaha. Seringkali, katanya, seorang pengusaha belum memiliki kemampuan yang cukup dalam mengelola usahanya. Untuk ini, mau tidak mau seorang usahawan harus terus menerus meningkatkan kapasitas tersebut.

Kedua adalah soal pemasaran. Banyak pengusaha yang memulai usaha dari hobi tanpa memikirkan pemasaran. Padahal memilih usaha yang memiliki pasar yang bagus lebih penting dibanding memulai usaha dari hobi.

Yang ketiga baru soal permodalan. Masalah ini yang sering disalahartikan orang ketika memulai usaha. Banyak yang menanggap kalau modal merupakan masalah utama. Padahal, masalah modal justru muncul ketika pengusaha meningkatkan kapasitas usahanya. "Kalau seperti ini perbankan mungkin bisa membantu karena yang utama dinilai bank ketika membantu modal adalah perkembangan usaha," terang aktivis pengembangan usahawan muda ini.

Soal yang keempat adalah pemanfaatan teknologi. Satu usaha jika ingin berkembang haruslah mampu memanfaatkan teknologi. Yang paling trend sekarang adalah teknologi informasi. ""Rugi kalau seorang pengusaha tidak memanfaatkan media online dalam memasarkan hasil usahanya,"jelas pria yang telah banyak jadi CEO di perusahaan Multinasional.

Kelima baru tentang legalitas. Mulai dari perizinan usaha, sampai izin lain xang dibutuhkan dalam mendukung usaha. Terakhir adalah jejaring. Adanya forum champion merupakan salah satu wadah bagi UMKM dalam memperluas jejaring usaha.

Selain Budi Isman, ikut memberi tanggapan dalam forum ini berbagai dinas dan instansi di Sumbar seperti PT. Semen Padang, Bank Nagari, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Koperasi dan UKM serta Nagari Developmen Center Unand.

Apa itu Forum Champion.

Forum Champion UMKM se-Sumatera Barat ini adalah pertemuan yang digelar Minangkabau Business School and Enterpreneurship Centre (MBS-EC) berkolaborasi dengan Jemari Sakato, AVSEC, AFTA, LP2M, NDC dan Komunitas Relawan Petani.

Seperti yang disebutkan Penggerak MBS-EC, Prof Helmi, forum yang kali ini sengaja diadakan sebagai peringatan satu tahun berdirinya MBS-EC, ditujukan sebagai pertemuan para UMKM dan para penggiat kemasyarakatan.

Tujuannya, sebagai arena bagi UMKM berkomunikasi dan mengembangkan jejaring, wadah komunikasi efektif antara pelaku usaha dengan pemerintah, pendamping, dunia usaha, perbankan dan pasar. Melalui forum ini juga diharapkan adanya penggalian potensi UMKM sehingga terbangun jejaring dan pasar yang lebih luas. Tak kalah penting, ada rumusan rencana aksi bersama untuk pengembangan UMKM di Sumbar.
Rencananya, ucap Helmi, Forum Champion akan rutin digelar setiap tahun. "Apa agenda aksi yang telah kita susun akan dievaluasi sejauh mana pelaksanaan dan direkomendasi langkah aksi untuk tahun berikutnya. jadi bukan tidak mungkin Forum ini akan melibatkan pihak pihak yang lebih besar lagi" terangnya.

Kali pertama, Forum Champion diikuti tidak kurang 50 UMKM dan 30 orang penggiat kemasyarakatan di Sumbar. Forum juga menghasilkan beberapa rekomendasi, diantaranya mendorong agar UMKM melengkapi persyaratan produk serta adanya pengemasan packaging yang lebih baik terhadap produk produk yang dihasilkan. Selaun itu juga akan didorong terbentuk Bumnag Bersama sebagai satu korporasi yang mendukung UMKM di Nagari. ***

* TA PMD Kabupaten Agam


Tidak ada komentar:

Posting Komentar