Beras yang digendong Sonny Endrie ini adalah jenis beras merah dan beras hitam. Beras itu ia produksi dengan sistim budidaya pertanian alami, satu sistim pertanian yang sangat ramah lingkungan karena sama sekali tidak menggunakan bahan kimia buatan.
Dengan model budidaya seperti itu tidak heran kalau harganya lebih mahal dari beras yang diproduksi dengan model budidaya pertanian konvensional. Meski lebih mahal, peminatnya pun sangat banyak.
"Banyak yang ingin bermitra dengan kami, tapi karena produksinya masih terbatas, ajakan itu belum mampu kami penuhi," ucap Sonny ketika ditemui di rumahnya, Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Ampek Angkek Canduang, Kabupaten Agam
Sonny Endrie sendiri adalah Ketua Komunitas Pertanian Alami Kabupaten Agam. Bersama kelompoknya itu, ia getol mengembangkan pertanian alami sebagai satu cara mendorong kemandirian dan kesejahteraan petani.
Dengan model pertanian yang digeluti ia yakin cita-cita itu dapat tercapai. Sebab, model pertanian yang ia dorong mencoba memanfaatkan sumber daya yang ada di petani dan lingkungnya seoptimal mungkin. Apalagi ia tidak bergerak sendiri, tapi melalui sebuah komunitas yang melibatkan petani lain bernama Komunitas Pertanian Alami Kabupaten Agam.
Saat ini, katanya, sudah ada 37 kelompok tani di Kabupaten Agam yang tergabung dalam wadah yang ia pimpin. Kelompok tani itu tersebar di 9 kecamatan yakni Kecamatan Matur, Ampek Koto, Sungai Puar, Banuhampu, Ampek Angkek, Baso, Tilatang Kamang, Kamang Magek, Palupuah dan Ampek Angkek Canduang.
Pemasaran adalah bagian yang tidak lupa disentuh komunitas ini. Melalui wadah ini mereka memasarkan hasil pertanian yang diproduksi.
Dengan cara itu mereka memotong rantai tata niaga hasil pertanian yang selama ini menggerus keuntungan petani. Beras, merah, beras hitam, beras putih adalah komoditi yang mereka pasarkan bersama.
Tidak hanya itu, agar hasil pertanian terjamin, komunitas mensertifikasi lahan dan produk pertanian ke Lembaga Sertifikasi Organik, lembaga sertifikasi milik pemerintah Daerah Sumatera Barat.
"Telah ada dua kelompok tani yang lahannya tersertifikasi dengan luas lahan lebih kurang 3 ha,"tambahnya.
Gerakan Kemandirian Petani
Tidak dapat dipungkiri kalau yang dilakukan Komunitas Pertanian Alami merupakan kemandirian dan mensejahterakan petani. Dengan mendorong pertanian alami dan membentuk sebuah kelembagaan, gerakan itu bisa terarah dan terkordinasi dalam rangka mencapai cita-cita petani. Tentu keberadaannya dioptimalkan, baik melalui penguatan kelembagaan itu sendiri maupun dengan membangun sinergisitas antar berbagai kelompok yang sepaham dengan cita-cita pensejahterakan petani.
Apalagi ketika ada kebijakan yang memberi peluang terhadap pengoptimalan keberadaan wadah itu seperti adanya Dana Desa sebagai bagian dari implementasi Undang-Undang Desa. Keberadaan Komunitas Pertanian Alami strategis untuk mendorong pemanfaatan Dana Desa yang berdaya guna dan bernilai guna untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian petani.
Bagaimanapun juga petani adalah mayoritas masyarakat desa. Sejahtera dan kemandirian petani akan mempercepat tercapainya ketahanan dan kemandirian desa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar